DEDI KOSWARA

Hiasi diri dengan budi pekerti, lengkapi tangan dengan keterampilan, penuhi kepala dengan pengetahuan


Tinggalkan komentar

Nasib Industri Rumahan Di Tangan Kaum Perempuan?

BERDESA.COM – Perempuan memiliki banyak kelebihan dalam mengelola bermacam ragam usaha industri rumahan (IR) karena merekalah yang terbiasa mengurus dan mengelola rumah. Industri rumahan pada umumnya memang dikerjakan di rumah tangga biasa dan ini memberikan keleluasaan pada kaum perempuan untuk mengerjakannya.

Dalam konteks UU Usaha Mikro, Kecil dan Menengah, IR termasuk kelompok Usaha Mikro (Micro Enterprises), dimana banyak negara memasukkan pada kategori sektor informal. Sebagian besar IR belum mempunyai legalitas sebagai badan usaha dan seringkali tidak terdaftar dalam mekanisme perpajakan bisnis. Selain itu, IR biasanya dikelola oleh anggota suatu keluarga, meski ada pengecualian pada yang sudah dikategorikan maju dan menerapkan manajemen industri. IR bisa juga berwujud Kelompok Usaha Bersama yang terorganisir secara informal dan lentur dimana masing-masing anggotanya bekerja di rumah masing-masing, sehingga disepadankan dengan istilah Industri Rumah Tangga (IRT).

Meningkatkan Kesejahteraan Keluarga

Kebijakan PPEP sebagai landasan terdekat dalam Pembangunan Industri Rumahan Untuk Meningkatkan Kesejahteraan Keluarga menjadi dasar terungkapnya bahwa IR yang dilakukan kaum perempuan dapat menyerap tenaga kerja, baik dari keluarga sendiri maupun tenaga kerja sekeliling rumah, seperti tetangganya. Hasil kajian yang dilakukan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak bersama Institut Pertanian Bogor (2011) membuktikan bahwa IR dapat membantu peningkatan kesejahteraan keluarga, menyerap dan menciptakan tenaga kerja, dan mengurangi keinginan tenaga kerja untuk migrasi menjadi tenaga kerja informal di Luar Negeri yang kerap kali menjadi sasaran perdagangan orang.

Selama ini kaum perempuan terkesan masih dipinggirkan dalam berbagai bidang. Memang di posisi-posisi tertentu perempuan mulai menduduki posisi strategis dan itupun akhir-akhir ini. Saat ini, Indonesia memiliki penduduk lebih dari 237 juta orang di mana separuhnya adalah penduduk perempuan. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPP-PA) mencatat dari 46 juta usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang diketahui sebagian dari padanya merupakan Industri Rumahan yang sekitar 60% dikelola oleh kaum perempuan. Dengan jumlah yang cukup banyak itu, peran perempuan pengusaha menjadi cukup besar bagi ketahanan ekonomi karena mampu menciptakan lapangan kerja, menyediakan barang dan jasa dengan harga murah serta mengatasi masalah kemiskinan.


Tinggalkan komentar

Uraian Tugas Pendamping Desa

BERDESA.COM – Selama ini banyak yang mempertanyakan apa sebenarnya fungsi dan tugas pendamping desa? Pendamping desa seringkali digambarkan sebagai pekerjaan yang ‘santai’ dengan gaji yang lumayan besar. Banyak orang mengira bahwa dengan menjadi pendamping desa maka akan banyak waktu santai dan makan gaji buta.

Padahal menjadi pendamping desa adalah tugas yang sangat berat. Mengingat desa sebagai tiang pembangunan ekonomi Negara maka banyak sekali hal yang harus dikerjakan oleh para pendamping desa selama bertugas di desa yang didampinginya.

Secara umum Pendamping desa bertugas mendampingi Desa dalam penyelenggaraan pembangunan Desa dan pemberdayaan masyarakat Desa. Pendamping desa sendiri dibagi dalam tiga kategori yang terdiri dari tenaga pendamping profesional, kader pemberdayaan masyarakat desa, dan atau  pihak ketiga.

Tenaga pendamping profesional terdiri atas pendamping Desa (berkedudukan di kecamatan), pendamping teknis (berkedudukan di kabupaten), dan tenaga ahli pemberdayaan masyarakat (berkedudukan di pusat dan provinsi) dengan tugas masing-masing

Tugas-tugas tersebut, secara lebih rinci adalah sebagai berikut :

Tugas Pendamping Desa

  1. Mendampingi desa dalam perencanaan,  pelaksanaan, dan pemantauan terhadap pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat Desa;
  2. Mendampingi desa dalam melaksanakan  pengelolaan pelayanan sosial dasar, pengembangan usaha ekonomi desa, pendayagunaan sumber daya alam dan teknologi tepat guna, pembangunan sarana prasarana desa,  dan pemberdayaan masyarakat desa;
  3. Melakukan peningkatan kapasitas bagi Pemerintahan Desa, lembaga kemasyarakatan  desa dalam hal pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa;
  4. Melakukan pengorganisasian di dalam kelompok-kelompok  masyarakat desa;
  5. Melakukan peningkatan kapasitas bagi  Kader  Pemberdayaan  Masyarakat desa  dan  mendorong terciptanya kader-kader pembangunan  desa yang baru;
  6. Mendampingi Desa dalam pembangunan kawasan perdesaan secara partisipatif; dan
  7. Melakukan koordinasi  pendampingan di tingkat kecamatan dan memfasilitasi laporan pelaksanaan pendampingan oleh Camat kepada pemerintah Daerah Kabupaten/Kota.

Tugas Pendamping Teknis

Pendamping Teknis bertugas mendampingi Desa dalam pelaksanaan program dan kegiatan sektoral, meliputi  :

  1. Membantu Pemerintah Daerah dalam hal sinergitas perencanaan Pembangunan Desa;
  2. Mendampingi Pemerintah  Daerah  melakukan koordinasi perencanaan pembangunan daerah yang terkait dengan desa; dan
  3. Melakukan fasilitasi kerja sama  Desa dan  pihak ketiga terkait pembangunan Desa.

Tugas Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat

Tugas utama Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat mencakup bantuan teknis keahlian bidang manajemen, kajian, keuangan, pelatihan dan peningkatan kapasitas, kaderisasi, infrastruktur perdesaan, dan regulasi. Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi, Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota dalam hal teknis pemberdayaan masyarakat  Desa, dapat dibantu oleh  Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat ini. Adapun rincian tugasnya adalah :

Membantu Pemerintah, Pemerintah provinsi, Pemerintah Daerah    Kabupaten/Kota dalam melakukan fasilitasi perumusan kebijakan dan peraturan terkait pemberdayaan dan pendampingan masyarakat Desa.

Membantu Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi, Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota dalam melakukan asistensi, menyusun rancangan pelatihan  dan  fasilitasi  pelatihan terhadap Pendamping Desa, Pendamping Teknis,  Kader  Pemberdayaan  Masyarakat Desa dan pihak ketiga.

Membantu Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi, Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota dalam hal melaksanakan pengendalian pendampingan  dan  evaluasi pendampingan Desa.

Demikian, uraian tugas tenaga pendamping desa, tugas pendamping teknis, dan tugas tenaga ahli pemberdayaan masyarakat desa. Semoga dengan adanya informasi ini, tidak ada lagi pendamping desa yang hanya makan gaji buta dan bisa seenaknya saja dalam melaksanakan kewajibannya sebagai pendamping desa. Karena sebetulnya, tugas pendamping desa, apalagi yang pendamping profesional itu sangat berat.(bd01)

Sumber : http://www.berdesa.com


Tinggalkan komentar

Radio Madrasah (RAMAD)

Tower Ramad FMRadio adalah salah satu media masa, media informasi dan juga media komunikasi. Radio menyampaikan informasi dengan bahasa lisan dan media auditif (pendengaran) sebagai penerima sehingga, radio dapat didengar oleh semua orang dan kalangan termasuk penyandang buta aksara (buta huruf ) dan visual.

Radio merupakan sarana tercepat dalam menyampaikan sebuah informasi tak terbatas oleh ruang dan waktu. Selain itu, radio juga dapat di dengar sampai ke pelosok daerah yang belum terjangkau oleh listrik sekalipun. Walaupun radio tidak dapat memberikan gambaran visual secara mendetail namun, disitulah letak keistimewaan radio sebenarnya. Karena hanya radiolah satu-satunya media komunikasi yang dapat menciptakan gambar di ruang imajinasi pendengarnya, karena pesan yang bersifat selintas dan dengan penyampaian informasi yang mendetail serta jelas dari penyiar dapat membangkitkan pendengar untuk berimajinasi.

Asal mula adanya sebuah radio didasari oleh sebuah penemuan-penemuan di bidang fisika pada Abad XIX M. Gaglieso Marconi, ilmuwan Italia, diakui sebagai “penemu pesawat radio”. Pada awal tahun 1890-an beliau mempelajari ilmu- ilmu dasar temuan para ilmuwan sebelumnya dan berusaha mengembangkan dan menerapkannya. Hasilnya, peralatan transmitter (pengirim) dan receiver ciptaannya tersebut mampu mengirimkan informasi dari satu tempat ke tempat lain tanpa kawat.

Pada tahun 1918, Edwin H Amstrong dari Universitas Kolombia mengembangkan alat penerima gelombang radio, yang biasa disebut Super heterodyne circuit. Pada 1933 Amstrong memperkenalkan sistem radio FM (frequency modulation), yang memberi penerimaan jernih meskipun ada badai dan menawarkan ketepatan suara yang tinggi yang sebelumnya belum ada. Namun, ia keburu meninggal dunia sebelum sempat melihat bagaimana kesuksesan penemuaannya sekarang ini.

Teknologi radio sebagai media siaran umum mulai dikenal setelah peristiwa tenggelamnya kapal pesiar mewah Titanic pada 1912. Penderitaan para penumpang tersebut diceritakan melalui media ini. Sehingga menimbulkan penghargaan khalayak terhadap media radio, yang kemudia dikenal sebagai telegram tanpa kabel (wireless telegraph). Baru pada tahun 1920an. Media tanpa kabel ini dikenal dengan nama “radio” (Olii, Helena, 2006)

  • Peran dan Fungsi radio

Apa sih fungsi dan peran radio itu sebenarnya?.

Sebagai media informasi dan komunikasi adalah suatu peran yang dimiliki oleh radio sedangkan fungsinya adalah untuk menyalurkan informasi dari sumbernya ke para penggunanya (pendengar). Selain itu masih banyak lagi peran dan fungsi dari radio antaralain, yaitu:

  1. Radio dapat berperan sebagai media perdamaian dengan dengan menjalankan fungsinya yaitu berempati & menyuarakan semua pihak, melihat konflik sebagai masalah dan proaktif untuk pencegahan lanjutan serta fokus pada dampak yang tak terlihat. Serta membeberkan ketidakbenaran dari semua sisi dan mengungkap kebohongan yang ditutup-tutupi.
  2. Radio berperan sebagai media pendidikan dapat memberikan atau menyebarkan ilmu pengetahuan ke daerah-daerah plosok sekalipun yang tidak dapat dijangkau alat transportasi.
  3. Radio juga berperan sebagai Media Informasi dan Komunikasi yang menyampaikan pesan (informasi) dari penyiar ke pendengar sehingga diharapkan terjadi perubahan prilaku/pemahaman pada pendengar.
  4. Terakhir radio berperan sebagai media hiburan melalui lagu-lagu dan cerita yang diputar atau disampaikan.

Dengan demikian tidaklah salah jika saya mendirikan radio di Madrasah Aliyah Al-Muthmainnah Ciogong Sindangbarang Cianjur yang kini telah berdiri dengan kokohnya sebuah tower mini disudut halaman madrasah. Tidaklah berlebihan tentunya dengan usaha-usaha saya, kalau melihat dan membaca fungsi dari radio.

Mohon do’a dan dukungannya dari semua fihak agar selama saya berada di Madrasah Aliyah Al-Muthmainnah terutama selama saya menjadi orang yang dituakan untuk memimpin lembaga ini senantiasa berada dalam lindungan Allah SWT dan sukses selalu dalam melaksanakan aktifitas. Amiin.


Tinggalkan komentar

Menejemen Keuangan Sekolah. Pengertian, Fungsi, sumber, Cara Memanfaatkan dan Mempertanggung jawabkan.

12182718_1909061919319623_5517511339312701314_oOleh : Agus Akbar

Pendidikan merupakan upaya untuk membangun dan meningkatkan mutu peserta didik menuju era globalisasi yang penuh dengan tantangan, sehingga perlu disadari bahwa pendidikan merupakan sesuatu yang sangat fundamental bagi setiap individu, oleh karena keberadaan pendidikan tidak dapat diabaikan terutama dalam memasuki era persaingan semakin ketat.

Untuk tercapainya tujuan pendidikan maka sangat penting mengelolah pendidikan dengan baik agar mencapai tujuan yang efektif dan efesien. Oleh karena itu, pendidikan pun memerlukan adanya menejemen pendidikan yang berupaya mengoordinasikan semua elemen pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan.

Menejemen pendidikan adalah menupakan suatu proses yang merupakan daur (siklus) penyelenggaraan pendidikan dimulai dari perencanaan, diikuti oleh pengorganisasian, pengarahan pelaksanaan, pemantauan dan penilaian tentang usaha sekolah untuk mencapai tujuaannya.

Secara umum, tujuan manajemen sekolah dasar adalah mewujudkan sekolah dasar sebagai lembaga pendidikan yang baik, yaitu efektif dan efisien. Efektif berarti mencapai tujuan, sedangkan efisien dalam arti  umum bermakna hemat.  Jadi  ada  dua tujuan pokok dengan diterapkannya manajemen dalam suatu penyelesaian pekerjaan, organisasi, instansi, atau lembaga. Pertama, tujuan  manajemen itu diupayakan dalam rangka mencapai efektivitas.  Suatu program kerja dikatakan efektif apabila program kerja tersebut dapat mencapai tujuan. Dengan kata lain, tujuan diterapkannya

Menejemen pada sebuah program adalah agar program tersebut dapat mencapai tujuan. Manajemen itu dilakukan dalam rangka mencapai efisiensi dalam pelaksanaan setiap program. Efisiensi merupakan suatu konsepsi perbandingan  antara pelaksanaan satu program dengan hasil akhir yang diraih atau dicapai.
Menurut The Liang Gie, perbandingan tersebut dapat dilihat dari  dua segi, yaitu segi pelaksanaan program dan segi hasil. Apabila ditinjau  dari  segi pelaksanaannya,  sebuah program  dapat dikatakan  efisien apabila hasilnya dapat dicapai melalui upaya yang sekecil-kecilnya dan sehemat-hematnya. Upaya yang dimaksudkan  di sini adalah penggunaan komponen, seperti tenaga, waktu pelaksanaan, sarana   prasarana, dan keuangan. Ditinjau  dari segi hasil, penyelenggaraan sebuah program dapat dikatakan efisien apabila dengan  usaha tertentu memperoleh hasil yang sebanyak-banyaknya.

   DeRoche (1985), sebelum menyusun bukunya yang berjudul How School Administrator Solve the Problem melakukan survey kepada dua ribu kepala sekolah. Dalam survey itu meminta setiap kepala sekolah menuliskan pada kartu pos masalah-masalah yang dihadapi disekolahnya masing-masing. Berdasarkan kartu pos yang dikirim kepala sekolah kepadanya,  DeRoche berhasil mengidentifikasi dua ribu kegiatan manajemen sekolah. Namun para pakar administrasi pendidikan telah mencoba mengklasifikasi komponen-komponen tersebut menjadi beberapa gugusan substansi pendidikan. Mereka mengelompokkanya menjadi enam gugusan substansi, yaitu gugusan-gugusan substansi (1) kurikulum atau pembelajaran; (2) kesiswaan; (3) kepegawaian; (4) sarana dan prasarana; (5) keuangan; dan (6) lingkungan masyarakat.

              Dari berbagai subtansi menejemen sekolah, subtansi yang juga dianggap penting adalah menejemen keuangan sekolah. Masalah keuangan merupakan masalah yang cukup mendasar di sekolah. Karena seluruh komponen pendidikan di sekolah erat kaitannya dengan komponen keuangan sekolah.  Meskipun tidak sepenuhnya masalah keuangan akan berpengaruh secara langsung terhadap kualitas katksekolah, terutaman berkaitan dengan sarana, prasarana dan sumber belajar. Manajemen keuangan sekolah merupakan bagian dari kegiatan  pebiyaan pendidikan,yang secara keseluruhan menuntut kemampuan sekolah untuk merencanakan,melaksanakan dan mengevaluasi serta mempertanggungjawabkan secara efektif dan transparan.dalam rangka pelaksanaan. Oleh karena itu dalam makalah ini kami akan membahas tentang menejemen keuangan sekolah.

  1. Pengertian menejemen keuangan sekolah

Menurut Depdiknas (2000) bahwa manajemen keuangan merupakan tindakan pengurusan/ketatausahaan keuangan yang meliputi pencatatan, perencanaan, pelaksanaan, pertanggungjawaban dan pelaporan  Dengan demikian, manajemen keuangan sekolah dapat diartikan sebagai rangkaian aktivitas mengatur keuangan sekolah mulai dari perencanaan, pembukuan, pembelanjaan, pengawasan dan pertanggung-jawaban keuangan sekolah.

Menurut para pakar administrasi pendidikan, manajemen keuangan pendidikan dapat diartikan sebagai keseluruhan proses pemerolehan dan pendayagunaan uang secara tertib, efektif, efisien, dan dapat dipertanggung jawabkan dalam rangka memperlancar pencapaian tujuan pendidikan. Maka dapat diartikan manajemen keuangan itu merupakan keseluruhan proses upaya memperoleh dan mendayagunakan semua dana.

H.M.Darwanto mengemukakan bahwa menejemen keuangan sekolah adalah seluruh proses kegiatan yang direncanakan dan dilaksanakan /diusahakan secara sengaja dan sungguh-sungguh, serta pembinaan secara kuntinyu terhadap biaya operasional sekolah sehingga kegiatan pendidikan lebih efektif dan efesien serta membantu pencapaian tujuan pendidikan.

Dari pendapat diatas maka kami menarik kesimpulan bahwa manajemen keuangan sekolah  dapat diartikan suatu proses perencanaan dan pelaksanaan pemerolehan penggunaan keuangan secara  efektif, efisien, dan dapat dipertanggung jawabkan dalam rangka memperlancar pencapaian tujuan pendidikan dan pencapaian Visi dan misi sekolah.

  1. Fungsi menejemen keuangan sekolah

Bersumber dari Wikipedia tentang fungsi menejemen keuangan kemudian dientegrasikan dalam fungsi menejemen keuangan sekolah yaitu :

  1. Perencanaan Keuangan, membuat rencana pemasukan dan pengeluaraan serta kegiatan-kegiatan lainnya untuk periode tertentu.
  2. Penganggaran Keuangan, tindak lanjut dari perencanaan keuangan dengan membuat detail pengeluaran dan pemasukan.
  3.   Pengelolaan Keuangan, menggunakan dana sekolah untuk memaksimalkan dana yang ada dengan berbagai cara.
  4. Pencarian Keuangan, mencari dan mengeksploitasi sumber dana yang ada untuk operasional kegiatan sekolah.
  5. Penyimpanan Keuangan, mengumpulkan dana sekolah serta menyimpan dan mengamankan dana tersebut.
  6. Pengendalian Keuangan, melakukan evaluasi serta perbaikan atas keuangan dan sistem keuangan pada sekolah.
  7. Pemeriksaan Keuangan, melakukan audit internal atas keuangan sekolahyang ada agar tidak terjadi penyimpangan.
  8. Pelaporan keuangan, penyediaan informasi tentang kondisi keuangansekolah sekaligus sebagai bahan evaluasi.
  1. Sumber keuangan sekolah

Menurut Harsono biaya pendidikan berdasarkan sumbernya dapat digolongkan menjadi 4 jenis yaitu :

  1. Biaya pendidikan yang dikeluarkan oleh pemerintah,Sumber keuangan yang berasal dari  pemerintah baik itu pemerintah pusat, tingkat Propensi, dan pemerintah daerah. Seperti dana bantuan operasional sekolah (BOS). Dan dana bantuan operasional (BOP).
  2. Biaya pendidikan yang dikeluarkan oleh masyarakat orang tua/wali siswa, dana yang dikumpulkan dari pengurus BP3/ komite sekolah dari orang tua siswa.
  3. Biaya pendidikan yang dikeluarkan oleh masyarakat bukan orang tua/wali siswa, misalnya sponsor dari lembaga keuangan dan perusahan, sumbangan perusahaan industri, lembaga sosial donatur, tokoh masyarakat, alumni, dsb.

Senada dengan hal ini,  Umaedi menyatakan bahwa sumber pembiayaan sekolah dapat bersumber dari : (1) pemerintah, (2) masyarakat termasuk dana dari orang tua/masyarakat/dunia usaha, dan (3) sumber lainnya, misalnya hibah atau pinjaman sesuai dengan ketentuan yang berlaku.[

Penerimaan sumber biaya pendidikan juga ditegaskan dalam PP No. 48 Tahun 2008 tentang Pendanaan Pendidikan, disebutkan bahwa pendanaan pendidikan menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah, pemerintah daerah, dan masyarakat.

  1. Cara memanfaatkan keuangan sekolah.

Disebut dalam UUSPN Tahun 2003 Pasal 48 Ayat 1, pengelolaan dana pendidikan berdasarkan pada perinsip keadilan, efesiensi, transparan dan akubilitas public.

Adapun cara memanfaatkan keuangan sekolah sebaiknya dengan langkah :

  1. Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah (RAPBS)
  2. Pengadaan dan pengalokasian anggaran berdasarkan RAPBS
  3. Pelaksanaan anggaran sekolah
  4. Pembukuan keuangan sekolah
  5. Pertanggung jawaban keuangan sekolah
  6. Pemantauan keuangan sekolah
  7. Penilaian kinerja manajemen keuangan sekolah

Kegiatan operasi, yaitu kegiatan-kegiatan dengan menggunakan alat atau tanpa alat yang berkaitan dengan proses belajar mengajar baik dalam maupu di luar kelas.

Kegiatan Perawatan, yaitu kegiatan perawatan yang dilakukan untuk memelihara dan memperbaiki sarana dan prasarana yang ada di sekolah agar sarana prasaran tersebut dapat berfungsi dalam menunjang kelancaran proses belajar mengajar.

Nurhartati mengenukakan bahwa Pengelolaan dana perlu dilakukan dengan benar, agar dapat dipastikan: (a) dana digunakan secara efisien, dalam pengertian dana yang minimal atau dana tertentu dapat memperoleh hasil yang maksimal, (b) terjadinya keberlanjutan lembaga; (c) mencegah kekeliruan, penyimpangan dan kebocoran dana. Bila hal tersebut terjadi dalam waktu yang singkat dapat dikendalikan.

  1. Mempertanggung jawabkan keuangan sekolah

Semua pengeluaran keuangan sekolah dari sumber manapun harus dipertanggung jawabkan, hal tersebut merupakan bentuk transparansi dalam pengelolaan keuangan. Namun demikian prinsip transparansi dan kejujuran dalam pertanggung jawaban tersebut harus tetap dijunjung tinggi. Dalam kaitan dengan pengelolaan keuangan tersebut, yang perlu diperhatikan oleh bendaharawan adalah:
1. Pada setiap akhir tahun anggaran, bendara harus membuat laporan keuangan kepada

    komite sekolah untuk dicocokkan dengan RAPBS
2.Laporan keuangan tersebut harus dilampiri bukti-bukti pengeluaran yang ada
3. Kwitansi atau bukti-bukti pembelian atau bukti penerimaan dan bukti pengeluaran

    lain
4. Neraca keuangan juga harus ditunjukkan untuk diperiksa oleh tim pertanggung

    jawaban keuangan dari komite sekolah.

Pendapat lain mengemukakan bahwa mempertanggung jawabkan keuangan dengan cara :

  1. Semua pemasukan dan pengeluaran atau pembelanjaan tertulis dalam pembukuan keuangan.
  2. Membuat laporan pertanggung jawaban keuangan sekolah.
  3. Mempertanggung jawaban keuangan sekolah kepada dinas terkait.
  4. Mempertanggung jawaban keuangan sekolah kepada oleh kepala sekolah dan bendahara kepada komite sekolah, tenaga penganjar dan tenaga kependididkan
  1. Kesimpulan

Manajemen keuangan merupakan salah satu substansi manajamen sekolah yang akan turut menentukan  berjalannya kegiatan pendidikan di sekolah. manajemen keuangan merupakan tindakan pengurusan/ketatausahaan keuangan yang meliputi pencatatan, perencanaan, pelaksanaan, pertanggungjawaban dan pelaporan  Dengan demikian, manajemen keuangan sekolah dapat diartikan sebagai rangkaian aktivitas mengatur keuangan sekolah mulai dari perencanaan, pembukuan, pembelanjaan, pengawasan dan pertanggung-jawaban keuangan sekolah.

Pengelolaan administrasi keuangan sekolah perlu diawali dengan perencanaan yang sebaik-baiknya karena perencanaan akan menjadi peta atau pedoman jalannya pengelolaan administrasi keuangan sekolah. Pengelolaan administrasi keuangan juga perlu menerapkan prinsip-prinsip  agar dalam pelaksanaannya dapat berjalan sesuai dengan perencanaan, dapat berjalan dengan transparan, efektif dan efisien, serta dapat dipertanggungjawabkan.

  1. Saran

            Dalam makalah ini penulis menyarankan :

  1. kepada semua yang terlibat dalam dunia pendidikan agar pro aktif dalam pengelolaan keuangan sekolah terutama dalam pengawasan keuangan.
  2. Kepada semua yang terlibat dalam keuangan sekolah agar amanah dalam menjalankan keuangan sekolah.
  3. Demikian pula pada semua pemimpin atau kepala sekolah agar amanah dan transparan karena setiap pemimpin akan dimintai pertanggung jawaban baik di dunia maupun di akhirat.

DAFTAR PUSTAKA

.Darwanto H.M, Administrasi dan Menejemen Sekolah. 2013 Jakarta:. PT.Rineka Cipta

Departemen Pendidikan Nasional. Manajemen Keuangan Materi Pelatihan Terpadu untuk Kepala  Sekolah. 2002 Jakarta: Dirjen Dikdasmen, Direktorat Pendidikan Lanjutan Tingkat Pertama

Hasbullah, Dasar Dasar Ilmu Pendidikan 2006  PT. Rajawali pers

Nurhartati. Menejemen Pendidikan 2014  Jakarta

Rivai Zainal Veithzal dan Fauzi Bahar, 2013 Islamic Education Menejemen  Depok : PT.RajaGrafindo Persada

Sudrajat Akhmad, Kurikulum dan Pembelajaran dalam Paradigma Baru 2011 Yogyakarta: Paramitra Publishing

Sudjana Nana, Pengawas dan Kepengawasan: Memahami Tugas Pokok, Fungsi, Peran  dan Tanggung Jawab Sekolah 2012.Bekasi: Binamitra Publishing.

The Liang Gie, Unsur-unsur Administrasi: 1983 Yogyakarta: Penerbit Supersukses

Umaedi. Menejemen Bermutu Berbasis Sekolah 2008 artikel pendidikan Networt MBS

Wikipedia Bahasa Indonesia. Visit 21.3.2014.

http://wardonojakarimba.blogspot.com/2012/04/administrasi keuangan-sekolah
http://wayanarsana.wordpress.com/2012/04/04/manajemen-sekolah-dasar-http://id.wikipedia.org/wiki/Manajemen_keuangan#Fungsi_Manajemen_Keuangan


Tinggalkan komentar

Jumlah Guru Madrasah Terbanyak di Dunia

kamarudin aminTangerang (Pendis) – Problem guru di lingkungan Pendidikan Islam ternyata bukan hanya permasalahan rekruitmen, penataan dan distribusi, tetapi juga menyangkut perbandingan (rasio) populasi guru terhadap jumlah murid madrasah. “Ternyata jumlah guru di madrasah adalah nomor satu di dunia, dengan perbandingan 1 guru mengajar 10 murid (1:10). Ironisnya, jumlah guru tersebut tidak berkorelasi positif dengan kualitas atau mutu pendidikan,” kata Dirjen Pendidikan Islam, Kamaruddin Amin, pada “Workshop Pengelolaan BMN Pusat dan Satker di Banten” di Serpong Tangerang, Kamis (16/10) malam.

Sebagai perbandingan, lanjut Guru Besar UIN Alaudin Makassar ini, pada skala nasional (Indonesia) perbandingan guru dan murid adalah 1:15 (1 guru mengajar 15 siswa). Jepang 1:17. Amerika dan Eropa 1:25-30. “Seharusnya semakin banyak guru, kualitas pendidikan di lingkungan Ditjen Pendidikan Islam semakin bagus dikarenakan intensitas dan bimbingan guru terhadap murid akan lebih banyak,” cetus Kamaruddin.

Faktanya, singgung alumnus Rheinischen Friedrich Wilhelms Universitaet Bonn Jerman ini, hasil proses belajar mengajar yang bisa dibuktikan (outcome) dengan ujian yang dilakukan para murid nilainya sangat buruk. “Yang diuji 3 hal; Matematika, Reading (reading comprehension skills), dan sains nilainya di bawah standar yang ditetapkan oleh Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD),” sesal Kamaruddin.

Jika pendidikan kita tidak baik, terang Kamaruddin, yang dipersalahkan pasti guru karena ialah yang bertatap muka dengan para murid. “Tidak bagusnya kualitas guru, kemungkinannya ada beberapa hal; pertama, guru tidak berkualitas karena kualifikasinya rendah. Masih ada 300 ribu guru yang belum bergelar sarjana. Kedua, banyak guru mengajar yang tidak sesuai dengan bidangnya, miss match. Dan ketiga, distribusi guru tidak seimbang,” tegas Kamaruddin.

Di akhir orasinya di hadapan para operator Barang Milik Negara (BMN) madrasah, ia berpesan agar senantiasa mencintai dan menikmati pekerjaannya serta selalu menciptakan inovasi. “Dalam bekerja, jangan semata-mata rutinitas saja. Berpikirlah out of the box dalam rangka perbaikan sistem tata kelola Ditjen Pendidikan Islam dan Kementerian Agama pada umumnya,” tutup Kamaruddin Amin.


Tinggalkan komentar

PBNU Sambut Baik Keluarnya Keppres Soal Penetapan Hari Santri Nasional

IMG_3432-770x439_cPengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menanggapi gembira penetapan Keputusan Presiden (Keppres) nomor 22 tahun 2015 terkait penetapan 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional. Pihak PBNU menilai negara melalui Keppres itu telah mengakui saham kalangan pesantren dalam sejarah pergerakan kemerdekaan Indonesia.

“Kita mengapresiasi langkah tepat Presiden. Ini merupakan sebuah pengakuan negara terhadap 22 Oktober sebagai hari bersejarah terkait fatwa bela tanah air,” kata Sekjen PBNU H Helmy Faisal Zaini menanggapi keluarnya Keppres nomor 22 tahun 2015 di Jakarta, Kamis (15/10) sore.

Sebagaimana diketahui, Sekretaris Kabinet Pramono Anung di Kantor Presiden pada Kamis (15/10) menyatakan bahwa penetapan Hari Santri Nasional diusulkan oleh internal kabinet dan pihak masyarakat. Penetapan Hari Santri Nasional merupakan pemenuhan janji kampanye pilpres Jokowi pada 2014.

Menurut keterangan Pramono, 22 Oktober tidak diliburkan. Hanya saja sejumlah pihak mungkin merayakannya.

Sementara 22 Oktober sendiri merujuk pada fatwa Resolusi Jihad yang dikeluarkan oleh Rais Akbar Nahdlatul Ulama KHM Hasyim Asyari. Fatwa ini kemudian menggerakkan santri, kiai, dan umat Islam untuk mengusir tentara Sekutu hingga pecah peristiwa 10 November.

Kini pengurus harian PBNU tengah mengadakan rapat untuk memperingati Hari Santri Nasional yang jatuh pada 22 Oktober. (Alhafiz K. NU Online) Sumber : http://www.harisantri.id


Tinggalkan komentar

Sejarah Tak Catat Perjuangan NU untuk Bangsa

12052508_748784881933830_3826684165980064272_oJakarta. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) berkomitmen menjadikan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional. Hal ini telah mendapat dukungan dari berbagai kalangan, mulai dari TNI hingga ormas-ormas Islam yang tergabung dalam Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI).

“Baik diresmikan ataupun tidak, hari santri 22 Oktober tetap akan kita peringati,” kata Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dalam konferesi pers di gedung PBNU, Jakarta, Selasa (6/10). Turut mendampingi Sekjen PBNU Helmy Faisal Zaini, Ketua PBNU H Aizzuddin Abdurrahman, Ketua PBNU H Hasib Wahab, dan Letkol Arie Sutrisno.

Untuk tujuan itu, PBNU telah menyiapkan rangkaian Kirab Hari Santri Nasional, 16-22 Oktober, yang dengan start Tugu Pahlawan Surabaya, melewati 30 PCNU sepanjang jalur Pantura, dan berakhir di Tugu Proklamasi Jakarta.

Letkol Arie Sutrisno dari TNI sebagai mitra dalam agenda ini menjelaskan, sepanjang tanggal itu Ekspedisi Pelayaran Hari Santri Nasional menjadi bagian tak terpisahkan. Pelayaran dengan menggunakan kapal perang bakal diikuti 1000 santri dengan melibatkan badan otonom, pesantren, dan ormas-ormas Islam.

“Panitia yang sudah dibentuk kini sedang berkoordinasi dengan pihak kapal perang,” katanya.

Menurut Arie, rangkaian kegiatan hari santri nasional dilakukan oleh gugus tugas “Nusantara” alias NU, santri, dan tentara. Hari Santri Nasional, katanya, jangan sampai menjadi sekadar pengumuman tapi mempunyai efek membangkitkan apa yang dicita-citakan Bapak Presiden yang hendak menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia.

Dalam ekspedisi tersebut akan diselenggarakan apel lintas laut Jakarta-Surabaya-Bali. Sepanjang 16-22 Oktober itu juga akan dilaksanakan antara lain ziarah, bahtsul masail, istighotsah, lailatul ijtima’, pengobatan gratis, dan pagelaran seni.

KH Said Aqil Siroj mengatakan, peringatan Hari Santri Nasional penting digelar sebagai pengakuan penghormatan jasa pahlawan dan pembangkit patriotisme. Selain itu 22 Oktober juga punya pesan sejarah tentang keutuhan tekad umat Islam di Tanah Air untuk mempertahankan Indonesia. (Mahbib. NU Onine) Dari : http://www.harisantri.id/